HUMOR BERBAHASA MINANG DALAM MEME DI INSTAGRAM

Amelia Khairunissa, Pramono Pramono, Yerri Satria Putra

Abstract


Meme merupakan salah satu sarana dalam menyampaikan informasi, pendapat atau opini bahkan sebagai sindiran untuk suatu kebijakan. Hadirnya meme humor menjadi cara kreatif dalam menyuarakan fenomena-fenomena yang terjadi di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan meme apa saja yang menampilkan humor berbahasa Minang di Instagram, serta bagaimana proses dan makna meme tersebut dalam perspektif analisis wacana kritis. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seratus meme humor berbahasa Minang di media sosial Instagram. Hasilnya, sebuah meme humor lahir tidak terlepas dari kaitannya dengan ‘teks’ lain seperti komentar warganet, meme lainnya yang memiliki makna serupa dan fenomena sosial yang melatarbelakangi munculnya meme tersebut. Fenomena-fenomena tersebut berangkat dari berbagai isu yang terjadi seperti isu budaya, isu politik, isu pendidikan, isu sosial serta isu ekonomi.


Keywords


Analisis Wacana Kritis; Meme; Humor; Instagram

Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Anuar, F. N., Ahmad, F., & Salleh, S. M. (2018). Meme sebagai seloka persendaan dan parodi: Impak dimensi sosiobudaya. Jurnal Komunikasi: Malaysian Journal of Communication, 34(1). Retrieved fromhttp://ejournals.ukm.my/mjc/article/view/22004

BeritaSatu.com. (2020, Juny 3). “Jalan Panjang RUU KUHP”. Retrived from https://www.beritasatu.com/fokus/jalan-panjang-ruu-kuhp

Budiwiyanto, Adi. Kontribusi kosa kata bahasa daerah dalam bahasa Indonesia. Retrieved from http://badanbahasa.kemdikbud.go.id/lamanbahasa/content/kontribusikosakata-bahasa-daerah-dalam-bahasa-indonesia#

Brunello, J. (2012). Internet, memes andeveryday-creativity: agency socialability and the aesthetic of postmodernisme. Thesis. University of California, Los Angeles, United Statedof America

CNN Indonesia. (2020, July 3). Rendang & Nasi Goreng dipilih Jadi Makanan Terenak di Dunia”. Retrived from https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20170715172743-307-228130/ rendang-nasi-goreng-dipilih-jadi-makanan-terenak-di-dunia

Darma, Yoce Aliah. (2009). Analisis Wacana Kritis. Bandung: CV Yrama Widya Dawkins, R. (1976).

Fairclough, Norman. (1995). Kesadaran Bahasa Kritis. Terjemahan Hartoyo. IKIP Semarang Press: Semarang. 375 hal.

Fairclough, Norman. (1995). Critical Discourse Analysis: The Critical Study of Language. Singapore. Longman Singapore Publishers (Pte) Ltd

Fairclough, Norman. (2010). Critical Discourse Analysis: The Critical Study of Language. (Second Edition). London: Pearson Education Limited

Hidayat, H. N., Wasana, Pramono, Immerry, T., & Dahlan, F. (2019). Folklore in Meme: Minangkabau Folklore Survival Form in The Digital World. Proceeding of INCOLWIS 2019. Padang. https://doi.org/10.4108/eai.29-8-2019.2288953

Hasanuddin.(2018). Wacana Etnik dalam Multikulturalisme Indonesia.Padang: Erka

Ida, Rahmah. (2014). Metode Penelitian Studi Media dan Kajian Budaya. Jakarta: Prenada Media Grup

Luxemburg, dkk.(1982). Pengantar Ilmu Sastra. Jakarta: Gramedia

Mahmud. (1994). Humor di dalam Sastra Klasik Sulawesi Selatan. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pngembangan Bahasa, Departemen Pendidikan Kebudayaan.

Merdeka.com. (2020, June 27). “Merana Jadi Lulusan SMA Jalur Corona”. Retrived from https://www.merdeka.com/khas/merana-jadi-lulusan-sma-jalur-corona.html

Nasrullah, R. (2012). Komunikasi Antar Budaya di Era Budaya Siber. Jakarta: PrenadaMedia

Navis, A.A. (1984). Alam Takambang Jadi Guru. Jakarta: PT. Temprint

Oktavianus. (2009). Analisis Wacana Lintas Bahasa. Padang: Andalas University

Omar, H. C. (2012). Analisis Wacana Kritis dalam Program Televisyen Raja Lawak dan Implikasinya Terhadap Psikososial Audiens di Malaysia. Jurnal Bahasa, 20(1),60-86.

Sugiyono.(2012). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Wasana, Hidayat, H. N., Immerry, T., Dahlan, F., Pramono, Meigalia, E., & Sari, M. N. (2019). Pepatah Petitih: Its Interpretation On Instagram. Proceeding of INCOLWIS 2019. Padang. https://doi.org/10.4108/eai.29-8-2019.2289025




DOI: http://dx.doi.org/10.25077/we.v9.i2.140

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

 

 

Flag Counter