SURAT SULTAN PONTIANAK: STRATEGI KOMUNIKASI DAN STRUKTUR TIGA KOLEKSI
DOI:
https://doi.org/10.25077/we.v3.i1.40Keywords:
Surat Sultan Pontianak, Perbincangan Koleksi, Kandungan Surat, Struktur Surat, Strategi Komunikasi,Abstract
Kertas kerja ini membincangkan wujud fisik dan kandungan surat Sultan Pontianak koleksi pelbagai pusat manuskrip seperti Perpustakaan Negara Malaysia, Arsip Nasional Republik Indonesia, Perpustakaan Universiti Leiden, British Library, dan milik perseorangan. Perbincangan koleksi surat baginda meliputi, 11 lembar surat sosial dan 2 lembar surat perjanjian yang bermula dari Sultan Syarif Abdurrahman Alqadrie abad ke-18 hingga Sultan Syarif Yusuf Alqadrie tahun abad ke-19. Tiga surat Sultan Pontianak diuraikan berdasarkan struktur surat yang berbeda dari surat Melayu pada umumnya, seperti kepala surat, cap, kata pujian, prapenutup, dan penutup surat.
Struktur surat menghasilkan bentuk kandungan yang dilihat dari penyampaian pesan yang terpenting dalam surat. Kandungan tiga surat diuraikan berdasarkan kaidah komunikasi yang digunakan oleh Sultan untuk menyampaikan pesan tentang perkara yang kontroversi dan memunculkan perdebatan sampai sekarang di Kalimantan Barat. Perbincangan koleksi dan kandungan yang terdapat di dalam surat Sultan Pontianak menghasilkan tafsiran yang berbeda dengan pandangan masyarakat pada umumnya terhadap surat Sultan Pontianak itu sendiri.
References
Ab. Karim, Ab. Razak. 1998. Warkah-warkah Melayu Sebagai Suatu Genre. Disertasi Ph.D Fakulti Bahasa dan Linguistik, Universiti Malaya, Kuala Lumpur.
___________________. 2006. Warkah-warkah Melayu. Dewan Bahasa dan Pustaka: Kuala Lumpur.
Alqadrie, Syarif Ibrahim. 1979. Kesultanan Pontianak di Kalimatan Barat: Dinasti dan Pengaruhnya di Nusantara. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Depdikbud), RI. Jakarta – Pontianak: DP3M dan UNTAN.
Ariffin, Raja Masittah Raja. 2001. Bahasa Melayu dalam Warkah Melayu Terpilih. Jurnal Bahasa Jun: 231-263.
Christine, F. 1989. “Genre as Social Processes: Working with Genreâ€, Kertas Kerja LERN Conference, University of Technology, Sydney, hlm. 73-88.
Gallop, Annabel Teh & Arp. Benard. 1994. The Legacy of Malay Letters. London: The British Library
Halliday, M.A.K. 1976. Explorations in the Functions of Language, London:Edward Arnold.
Hymes, D., 1964. Language in Culture and Society:A Reader in Linguistics and Anthropology, New York: Harper & Row.
Iskandar, Dodi dan Dedi Persada. 1987. Sejarah Nasional Indonesia dan Dunia. Bandung: Armico.
Kridalaksana, Harimurti. 1993. Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Mu’jizah. 2009. Iluminasi dalam Surat-surat Melayu Abad ke-18 dan ke-19. Jakarta: KPG dan Pusat Bahasa.
Neale, Stephen. 1995. Question in Genre. In Approaches to Media: A Reader, ed.Oliver Boyd-Barret & Chris Newbold, 460-472. London: Arnold.
Omar, Asmah Hj.. 1984. Bahasa Iklan Pernigaan. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka.
___________________. 1992. The Linguistic Scenery of Malaysia. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka.
Rahman, Ansar, et al. 2000. Perspektif Sejarah Berdirinya Kota Pontianak. Pontianak: Romeo Grafika atas nama Pemkot Pontianak.
Sallehudin, Noor Suraya binti Adnan. 2008. Perubahan Bahasa dalam Warkah Diraja Melayu: Suatu Kajian Mengenai Surat-Surat Kepada Gabenor dalam Tahun 1786-1794 dan 1886-1894 Disertasi M.A. Fakulti Bahasa dan Linguistik, Universiti Malaya, Kuala Lumpur.
Syahrani, Agus. 2013. Warkah-warkah Sultan Pontianak: Analisis Genre. Tesis MMS Jabatan Bahasa Melayu, Akademi Pengajian Melayu, Universiti Malaya, Kuala Lumpur.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
- Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang secara simultan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution License yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
- Penulis dapat membuat perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Effect of Open Access).