Novel Memang Jodoh Karya Marah Rusli: Kajian Intertekstual - Marriage and Kinship in Marah Rusli’s Memang Jodoh: Intertextual Approach

Nia Kurnia, Silvia Rosa, Muchlis Awwali

Abstract


This paper presents the ideological theme of the text Memang Jodoh. The method used is the method of suprasegmental and intertextual. This method tries to find the intertextual functions that exist in the text. This function is a code that is related to social contexts and history.

The results show that social and historical texts found in the text Memang Jodoh has similarities or parallels with social and historical contexts which are mamak, kemenakan, inheritance, marriage, uang jemputan, sumando, rumah gadang and rangkiang, malakok, school during colonial era, colonialism, and military aggressions. The social and historical texts are dominated by Minangkabau culture. This dominance illustrates the exclusivity of culture.


Keywords


Memang Jodoh, intertekstual, Julia Kristeva, text and context

Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Amir, M. S. 2006. Adat Minangkabau Pola Dan Tujuan Hidup Orang Minang. Jakarta: PT. Mutiara Sumber Widya.

Anjela, Marisa and H. .. Razif. 2014. “Pergeseran Peran Mamak Terhadap Kemenakan Dalam Adat Minangkabau Di Kanagarian Simalanggang (Kecamatan Payakumbuh Kabupaten 50 Kota).” JOM Fisip 1(2).

Arifin, Zainal. 2012. “DUALITAS PRAKTIK PERKAWINAN MINANGKABAU.” Jurnal Humaniora 21(2):150–61.

Awwali, Muchlis. 2014. “Harato Pusako, Jaminan Sosial Masyarakat Minang.” Genta Andalas Edisi LVII.

Azwar, Welhendri. 2001. Studi Kasus Tentang Perempuan Dalam Tradisi Bajapuik: Matrilokal Dan Status Perempuan Dalam Tradisi Bajapuik. Yogyakarta: Galang Printika.

Bahar. 1986. Hukum Dan Undang-Undang Adat Alam Minangkabau. Payakumbuh: Eleonora.

Endraswara, Suwardi. 2003. Metode Penelitian Sastra: Epistemologi, Model, Teori, Dan Aplikasi. Yogyakarta: FBS UNY.

Eriyanti, Fitri. 2007. “Malakok: Suatu Mekanisme Pendamai Ala Minangkabau.” Jurnal Ilmiah Politik Kenegaraan 6(2).

Fatimah, Siti, Sri Mariati, and Titik Maslikatin. 2014. “ANALISIS KRITIS ASPEK SOSIAL NOVEL MEMANG JODOH KARYA MARAH RUSLI (CRITICAL ANALYSIS OF SOCIAL ASPECT IN THE NOVEL MEMANG JODOH BY MARAH RUSLI).” Publika Budaya 2(3):62–72.

Graves, Elizabeth. E. 2007. Asal-Usul Elite Minangkabau Modern: Respons Terhadap Kolonial Belanda Abad XIX/XX. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Hakim, Arif Rahman. 2010. Julia Kristeva: Tentang Intertekstualitas Dan Relevansinya Dalam Penelitian Teks Sastra (Meta Sastra). Bandung: Balai Bahasa Bnadung.

Inda, Dian Nathalia. 2017. “MEMANG JODOH: PEMBERONTAKAN MARAH RUSLI TERHADAP TRADISI MINANGKABAU.” Kandai 11(2):217–33.

Junus, Umar. 1984. Kaba Dan Sistem Sosial Minangkabau: Suatu Problema Sosiologi Sastra. Jakarta: Balai Pustaka.

Kristeva, Julia. 1980. Desire Language : A Semiotic to Literature and Art. New York: Columbia Univercity.

Maihasni. 2010. “Bentuk-Bentuk Perubahan Pertukaran Dalam Perkawinan Bajapuik.” Jurnal Transdisiplin Sosiologi, Komunikasi, Dan Ekologi Manusia Agustus.

Navis, A. A. 1984. Alam Terkembang Jadi Guru. Jakarta: Grafitti Press.

Oktavia, Nia Azda. 2011. “Tradisi Uang Jemputan Dan Uang Hilang Di Kabupaten Padang Pariaman Dalam Novel Ketika Rembulan Bernyanyi : Tinjauan Sosiologi Sastra.” Universitas Andalas.

Rusli, Marah. 2013. Memang Jodoh. Bandung: Qanita.

Syarifuddin, Amir. 1984. Pelaksanaan Hukum Kewarisan Islam Dalam Lingkungan Adat Minangkabau. Jakarta: PT.Gunung Agung.

Valentari, Rinda Valentari, Abdul Jalil Jalil, and Hadi Rumadi Rumadi. 2015. “KONFLIK BATIN TOKOH DALAM NOVEL MEMANG JODOH KARYA MARAH RUSLI.” Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan Dan Ilmu Pendidikan 2(2):1–13.

Wulandari, Yosi. 2016. “PROBLEMATIKA ADAT DALAM NOVEL MEMANG JODOH KARYA MARAH RUSLI DAN PERBANDINGANNYA DENGAN BUDAYA MINANGKABAU.” Jurnal Bahtera - Jurnal Pendidikan Bahasa Sastra Dan Budaya 3(06).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

 

 

Flag Counter