CERITA RAKYAT DI KENAGARIAN SUNGAI NANIANG:KLASIFIKASI DAN FUNGSI
DOI:
https://doi.org/10.25077/we.v1.i2.14Keywords:
folklore, story tale, Minangkabau, Sungai Naniang, legendAbstract
Folktale is one of media which record historical and cultural events. It’s also one form of local genius of the society. So, those folktales need to be documented for next generations. This article is result of documentation, classification, and function analysis of Nagari Sungai Naniang folktales. The research use folklore perspectives. The result shows there are seventeen story tales in Nagari Sungai Naniang. Twelve stories are classified into legend and five are tale. Furthermore, three stories serves as a projection of desire and expectation of society, one story serves as a validation tool and the institutions of a cultural system, eight story serves as an educational tool, and two stories serve as a supervisor of norms. Meanwhile, six of those folktales are in near extinct condition.
References
Amir MS. 2007. Masyarakat Adat Minangkabau Terancam Punah. Jakarta: PT. Mutiara Sumber Widya.
Danandjaja, James, 1984. Folklore Indonesia Ilmu Gosip dan Lain-lain. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.
-------------1998. Pendekatan Foklor dan Penelitian Bahan-bahan Tradisi: Metodologi Kajian Tradisi Lisan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Diradjo, Datuk Sanggono. 1978. Tambo Minangkabau.
Endaswara, Suwardi. 2003. Metodologi Penelitian Budaya.Yogyakarta: Gadjah Mada Universiti pres.
Hamka. 1984. Islam dan Adat Minangkabau. Jakarta: PT. Pustaka Panjimas.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
- Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang secara simultan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution License yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
- Penulis dapat membuat perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Effect of Open Access).