HUMOR BERBAHASA MINANG DALAM MEME DI INSTAGRAM
DOI:
https://doi.org/10.25077/we.v9.i2.140Keywords:
Analisis Wacana Kritis, Meme, Humor, InstagramAbstract
Meme merupakan salah satu sarana dalam menyampaikan informasi, pendapat atau opini bahkan sebagai sindiran untuk suatu kebijakan. Hadirnya meme humor menjadi cara kreatif dalam menyuarakan fenomena-fenomena yang terjadi di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan meme apa saja yang menampilkan humor berbahasa Minang di Instagram, serta bagaimana proses dan makna meme tersebut dalam perspektif analisis wacana kritis. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seratus meme humor berbahasa Minang di media sosial Instagram. Hasilnya, sebuah meme humor lahir tidak terlepas dari kaitannya dengan ‘teks’ lain seperti komentar warganet, meme lainnya yang memiliki makna serupa dan fenomena sosial yang melatarbelakangi munculnya meme tersebut. Fenomena-fenomena tersebut berangkat dari berbagai isu yang terjadi seperti isu budaya, isu politik, isu pendidikan, isu sosial serta isu ekonomi.
References
Anuar, F. N., Ahmad, F., & Salleh, S. M. (2018). Meme sebagai seloka persendaan dan parodi: Impak dimensi sosiobudaya. Jurnal Komunikasi: Malaysian Journal of Communication, 34(1). Retrieved fromhttps://ejournals.ukm.my/mjc/article/view/22004
BeritaSatu.com. (2020, Juny 3). “Jalan Panjang RUU KUHPâ€. Retrived from https://www.beritasatu.com/fokus/jalan-panjang-ruu-kuhp
Budiwiyanto, Adi. Kontribusi kosa kata bahasa daerah dalam bahasa Indonesia. Retrieved from https://badanbahasa.kemdikbud.go.id/lamanbahasa/content/kontribusikosakata-bahasa-daerah-dalam-bahasa-indonesia#
Brunello, J. (2012). Internet, memes andeveryday-creativity: agency socialability and the aesthetic of postmodernisme. Thesis. University of California, Los Angeles, United Statedof America
CNN Indonesia. (2020, July 3). Rendang & Nasi Goreng dipilih Jadi Makanan Terenak di Duniaâ€. Retrived from https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20170715172743-307-228130/ rendang-nasi-goreng-dipilih-jadi-makanan-terenak-di-dunia
Darma, Yoce Aliah. (2009). Analisis Wacana Kritis. Bandung: CV Yrama Widya Dawkins, R. (1976).
Fairclough, Norman. (1995). Kesadaran Bahasa Kritis. Terjemahan Hartoyo. IKIP Semarang Press: Semarang. 375 hal.
Fairclough, Norman. (1995). Critical Discourse Analysis: The Critical Study of Language. Singapore. Longman Singapore Publishers (Pte) Ltd
Fairclough, Norman. (2010). Critical Discourse Analysis: The Critical Study of Language. (Second Edition). London: Pearson Education Limited
Hidayat, H. N., Wasana, Pramono, Immerry, T., & Dahlan, F. (2019). Folklore in Meme: Minangkabau Folklore Survival Form in The Digital World. Proceeding of INCOLWIS 2019. Padang. https://doi.org/10.4108/eai.29-8-2019.2288953
Hasanuddin.(2018). Wacana Etnik dalam Multikulturalisme Indonesia.Padang: Erka
Ida, Rahmah. (2014). Metode Penelitian Studi Media dan Kajian Budaya. Jakarta: Prenada Media Grup
Luxemburg, dkk.(1982). Pengantar Ilmu Sastra. Jakarta: Gramedia
Mahmud. (1994). Humor di dalam Sastra Klasik Sulawesi Selatan. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pngembangan Bahasa, Departemen Pendidikan Kebudayaan.
Merdeka.com. (2020, June 27). “Merana Jadi Lulusan SMA Jalur Coronaâ€. Retrived from https://www.merdeka.com/khas/merana-jadi-lulusan-sma-jalur-corona.html
Nasrullah, R. (2012). Komunikasi Antar Budaya di Era Budaya Siber. Jakarta: PrenadaMedia
Navis, A.A. (1984). Alam Takambang Jadi Guru. Jakarta: PT. Temprint
Oktavianus. (2009). Analisis Wacana Lintas Bahasa. Padang: Andalas University
Omar, H. C. (2012). Analisis Wacana Kritis dalam Program Televisyen Raja Lawak dan Implikasinya Terhadap Psikososial Audiens di Malaysia. Jurnal Bahasa, 20(1),60-86.
Sugiyono.(2012). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Wasana, Hidayat, H. N., Immerry, T., Dahlan, F., Pramono, Meigalia, E., & Sari, M. N. (2019). Pepatah Petitih: Its Interpretation On Instagram. Proceeding of INCOLWIS 2019. Padang. https://doi.org/10.4108/eai.29-8-2019.2289025
Downloads
Published
Issue
Section
License
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
- Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang secara simultan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution License yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
- Penulis dapat membuat perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Effect of Open Access).