LEKSIKON GERAK TARI BUAI-BUAI
DOI:
https://doi.org/10.25077/we.v10.i2.175Keywords:
lexicon, anthropolinguistics, motion, meaningAbstract
This study aims to classify the forms of language units of the Buai-Buai Dance lexicon and the lexicon meanings of the names of the Buai-buai Dance movements in Pauh, Padang City. In this study, an anthropolinguistic approach is used to study the intricacies of language whose study is related to culture.
Based on the results of data analysis, 31 linguistic unit lexicon data were obtained in the form of words, phrases, and clauses. The word lexicon found 19 data consisting of 8 complex and 11 single data lexicons. The phrase data contains ten data, which are nine attributive endocentric phrase lexicons and one modified endocentric phrase lexicon data. The clause data has 3 data, namely intransitive clauses.
References
Chaer, A. (2007). Leksikologi dan Leksikografi Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.
Irwandi. (2017). Konsep Pitunggua dan Pola Pengajaran Silat Pauh di Perguruan Silat Singo Barantai Padang (Tesis). Institut Seni Indonesia Padangpanjang.
Kridalaksana, H. (1994). Kelas Kata dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Kridalaksana, H. (2008). Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia.
Sibarani, R. (2004). Antropolinguistik. Medan: Penerbit Poda.
Sudaryanto. (1993). Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Tarigan, H. G. (1983). Prinsip Dasar Sintaksis. Bandung: Angkasa.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
- Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang secara simultan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution License yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
- Penulis dapat membuat perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Effect of Open Access).