MAKIAN DALAM BAHASA MINANGKABAU DI KOLOM KOMENTAR AKUN INSTAGRAM @BARUAKTAMVAN
DOI:
https://doi.org/10.25077/we.v11.i2.193Keywords:
Umpatan, Bahasa Minangkabau, Media Sosial, Instagram, SosiolinguistikAbstract
Artikel ini mendeskripsikan satuan lingual, makna, dan fungsi umpatan dalam bahasa Minangkabau yang terdapat di kolom komentar akun Instagram @baruaktamvan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif, data penelitian berupa komentar-komentar yang mengandung umpatan pada unggahan akun Instagram periode Maret hingga September 2020. Analisis data dilakukan dengan metode padan translasional dan pragmatis, serta mempertimbangkan konteks interaksi virtual.
Hasilnya menunjukkan bahwa satuan lingual umpatan bervariasi dalam bentuk kata (leksem tunggal dan reduplikasi), frasa, klausa, dan kalimat. Makna umpatan tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga konotatif (merendahkan, mengejek), tematik (penekanan), dan afektif (ekspresi emosi). Fungsi umpatan yang teridentifikasi meliputi ekspresi marah, kesal, menyesal, heran, menghina, dan menirukan dialog dalam konten media.
Penggunaan umpatan dalam bahasa Minangkabau di media sosial merupakan fenomena linguistik yang kompleks, dipengaruhi oleh dinamika interaksi daring dan konteks konten. Umpatan tidak hanya sekadar kata kasar, tetapi juga alat ekspresi multifungsi dengan makna pragmatis yang beragam. Implikasi penelitian ini menyoroti pentingnya kesadaran berbahasa, literasi media, dan peran pendidikan dalam mempromosikan komunikasi daring yang lebih santun. Penelitian lanjutan disarankan untuk pemahaman yang lebih mendalam tentang faktor-faktor yang memengaruhi penggunaan dan interpretasi umpatan di media sosial.
References
Almani, Fahmi, dkk (2019) “Makian Pada Kolom Komentar Berita Di Instagram†dalam Locana: Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa. FKIP Universitas Lambung Mengkurat.
Alwi, Hasan. (2007). Kamus besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Chaer, Abdul. (2003). Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta.
Chaer dan Agustina (2004). Sosiolinguistik. Jakarta: Rineka Cipta.
Depdiknas. (2008). Kamus besar bahasa Indonesia. Edisi keempat. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
https://katadata.co.id/febrinaiskana/digital/5e9a41f84eb85/penggunaan-whatsapp-dan-instagram- melonjak-40-selama-pandemi-corona
Hymes, Dell. (1974). Foundations of Sociolinguistics: An Ethnographic Approach. Philadelphia: U of Pennsylvania P.
Kaeng Tisa Sara (2018) “Kata-Kata Umpatan Dalam Film Why Him?†dalam Jurnal Skripsi. Universitas Sam Ratulangi
Kridalaksana, Harimurti. (2008). Kamus Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta.
Kridalaksana, H. (1978). Sosiolinguistik dalam Leksikografi. Tugu: Panitia Penataran Leksikografi (Pusat Bahasa).
Leech, Geoffrey. (1974). Semantics: The Study of Meaning. Middlesex, England.
Likha Sari Anggreni, dkk (2019) “Penggunaan kata umpatan di Twitter berdasarkan gender di pilkada Sumatera Utara 2018†dalam Jurnal Kajian Komunikasi, Volume 7, No. 1, Juni.
Moussay, Gerard. (1995). Dictionnaire Minangkabau Indonesien Prancis. Paris: L'Harmattan: Association Archipel.
Oktaviani, Fegi. (2019). “Kata Makian Dalam Bahasa Mandailing Penutur Masyarakat Minangkabau.†Skripsi Jurusan Sastra Mingkabau Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas.
Rachmawati, Dessy. (2017). “Makian Dalam Komentar Di Akun Instagram @Lambe_Turah†dalam Jurnal Student UNY. Program Studi Bahasa Dan Sastra Indonesia.
Ramlan.(1997). Morfologi: Suatu Tinjauan Deskriptif. Yogyakarta: C.V. Karyono
Sri Wahono Saptomo. 2001. “Makian dalam Bahasa Jawaâ€. Tesis. Yogyakarta: Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada.
Satiti Sabbihisma Debby dan Nadia Khumairo Ma’shumah(2021) “Penggunaan Umpatan pada Siswa Sekolah Dasar di Kudus†dalam Jurnal Sastra Jawa.
Sudaryanto. (1993). Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa. Yogyakarta: Sanata Dharma University Press.
Sumarsono. (2011). Sosiolinguistik. Jakarta: Pustaka Pelajar
Triadi, Rai Bagus. (2017). “Penggunaan Makian Bahasa Indonesia Pada Media Sosial (Kajian Sosiolinguisik)†dalam Jurnal Sasindo Unpam, Volume 5, Nomor 2, Desember.
Utami, Melati Putri. (2016). “Bentuk Tuturan Imperatif dan Satuan Lingual Pembentuk Maksud Imperatif Guru-Siswa dalam Kegiatan Belajar Mengajar di Lingkungan SD Berlatar Belakang Budaya Jawaâ€. Skripsi Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Verhaar, Jhon. W. M. (1993). Pengantar Linguistik. Yogyakarta: Gajah Mada University Pers.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
- Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang secara simultan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution License yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
- Penulis dapat membuat perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Effect of Open Access).