MINANGKABAU DALAM KUMPULAN CERPEN LABA-LABA KARYA GUS TF SAKAI

Authors

  • Mohammad Farizwan Universitas Andalas
  • Wasana Wasana FIB Universitas Andalas, Padang
  • Pramono Pramono FIB Universitas Andalas, Padang

DOI:

https://doi.org/10.25077/we.v11.i2.194

Keywords:

Minangkabau, Keminangkabauan, Antropologi Sastra, Gus tf Sakai, Cerpen Laba-Laba

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis unsur-unsur budaya Minangkabau yang terdapat dalam kumpulan cerpen Laba-Laba karya Gus tf Sakai serta menelaah maknanya dalam konteks idealisme keminangkabauan. Menggunakan pendekatan antropologi sastra dan kerangka teori tujuh unsur kebudayaan universal dari Koentjaraningrat, penelitian ini menganalisis empat cerpen bernuansa Minangkabau dalam kumpulan tersebut. Hasil analisis menunjukkan representasi yang kaya dari unsur-unsur budaya Minangkabau, meliputi sistem bahasa (penggunaan baso Minang), sistem pengetahuan (tradisi tambo, kearifan lokal), sistem mata pencaharian (tradisi berdagang, bertani), sistem peralatan hidup dan teknologi (rumah gadang), sistem kemasyarakatan dan organisasi sosial (struktur kekerabatan matrilineal, peran Datuk, konsep suku), serta sistem religi (sinkretisme kepercayaan).

Lebih lanjut, penelitian ini mengkaji bagaimana representasi unsur-unsur budaya ini berinteraksi dan merefleksikan idealisme keminangkabauan, termasuk nilai-nilai adat basandi syara’, sistem kekerabatan matrilineal, semangat merantau, dan musyawarah. Karya sastra ini berfungsi sebagai medium penting dalam melestarikan, memperkenalkan, dan merefleksikan warisan budaya Minangkabau kepada pembaca. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Laba-Laba tidak hanya menawarkan narasi fiksi yang menarik, tetapi juga wawasan mendalam tentang kekayaan budaya dan nilai-nilai yang membentuk identitas masyarakat Minangkabau.

References

A.A Navis (1948). Alam Takambang Jadi Guru, Adat dan Kebudayaan Miangkabau. Jakarta: PT. Grafiti Pers.

Alo Liliweri. (2002). Makna Budaya dan Komunikasi Antar Budaya. LKiS Yogyakarta.

Dibia, I. K. (2018). Apresiasi Bahasa dan Sastra Indonesia. Rajawali Pers.

Endraswara, S. (2013). Metodologi Penelitian Antropologi Sastra.

Ihromi. (2006). Pokok-pokok Antropologi Politik. Yayasan Obor Indonesia.

Koentjaraningrat. (1996). Pengantar Antropologi I. Rineka Cipta.

Koentjaraningrat. (2002). Pegantar Ilmu Antrapologi. Rineka Cipta.

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Rineka Cipta.

Marthala, Agusti Efi. (2013). Rumah Gadang Kajian Filosofi Arsitek Minangkabau. Bandung: Humaniora Bandung.

Mattulada. (1997). Kebudayaan Manusia dan Lingkungan Hidup. Hasanuddin University Press.

Nurgiyantoro. (2007). Teori Pengkajian Fiksi. Universitas Gajah Mada.

Ratna, N. K. (2013). Teori Metode dan Teknik Penelitian Sastra. Pustaka Pelajar.

Sakai, G. tf. (2003). Laba-Laba. PT. Gramedia Pustaka Utama.

Semi, M. A. (2012). Metode Penelitian Sastra. CV. Angkasa.

Sudikan, S. yuana. (2007). Antropologi Sastra. Unesa University Press.

Tarigan, H. G. (1990). Menyimak Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Angkasa.

Widayati, S. (2020). Buku Ajar Kajian Prosa Fiksi. Lampung: LPPM Universitas Muhammadiyah

Published

10-10-2022