PENGOBATAN TRADISIONAL DALAM NASKAH KUNO KOLEKSI SURAU TAREKAT SYATTARIYAH DI PARIANGAN
DOI:
https://doi.org/10.25077/we.v3.i1.27Keywords:
manuscript, pengobatan tradisional, manuskrip, etnomedisinAbstract
This article describes sosioculture context in traditional medicines in Surau Terekat Syattariyah manuscript collections. Those objects were analyzed with philology and ethnomedicine approach. The results show that Pariangan population has health and disease context. This society also believes that diseases were caused by spirits interferences besides by physical causes. Otherwise, traditional medicine in Pariangan can not be separated from religion and magic. This also suggests the combination of tarekat and tradition. Â
References
Agoes, Azwar dan Jakob. 1999. Antropologi Kesehatan Indonesia. Pengobatan Tradisional. Jilid I. Jakarta: EGC.
Agoes, Azwar. 1992. Antropologi Kesehatan Indonesia. Jakarta: EGC.
Desilfa, Mega. 2010. “Kajian Kodokologi terhadap Naskah Koleksi Surau Syattariyah di Pariangan†(Skripsi). Jurusan Sastra Daerah Fakultas Sastra Unand. Padang.
Djamaris, Edwar. 2002. Metode Penelitian Filologi. Jakarta: Manasco.
Djajadiningrat, Hoesein, 1983.Tinjauan Kritis tentang Sajarah Bunten. Jakarta: Penerbit Djambatan.
Djoht, Djekky R. 2001. “Kebudayaan. Penyakit dan Kesehatan di Papua dalam Perspektif Antropologi Kesehatanâ€. Buletin Populasi Papua. Vol. II. No.4.
Dumatubun. A.E. 2002. “Kebudayaan. Kesehatan Orang Papua dalam Perspektif Antropologi Kesehatanâ€. Jurnal Antropologi Papua. Vol 1. No. 1.
Fathurahman, Oman. 2008. Tarekat Syattariyah di Minangkabau. Jakarta: Pernada Media Group
Foster, George M dan Anderson. 1986. Antropologi Kesehatan. Terjemahan. Jakarta: UI Press
https://ms.wikipedia.org/wiki/Azimat diakses tanggal 18 Januari 2012
Poerwadarminta. 1988. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Pramono. 2009. â€Surau dan Tradisi Pernaskahan di Minangkabau: Studi Atas Dinamika Tradisi Pernaskahan di Surau-Surau di Padang dan Padang Pariamanâ€. Artikel dalam Jurnal Studi Islamika HUNAFA Vol. 6 No. 3. 2.
Prastika, I Nyoman. T.t. “Usada Pengobatan Tradisional Bali†dalam https://unhi.ac.id/file/Artikel/Usada._Pengobatan_Tradisional_Bali_Prastika-1.pdf. diakses tanggal 6 Januari 2012.
Robson. 1994. Prinsip-prinsip Filologi di Indonesia. Jakarta : RUL.
Sa’adie, Ma’mur dkk. 1997. Bahasa Bantu . Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Soejoeti, Sunanti Z. 2005. “Konsep Sehat. Sakit dan Penyakit dalam Konteks Sosial Budaya†Majalah Cermin Dunia Kedokteran. No. 149.
Soeratno, Siti Chamamah. 2005. “Naskah Dan Relevansinya Dengan Kehidupan Masa Kini: Kajian Atas Informasi Tentang Obat-Obatan dalam Naskah Butonâ€. Makalah Disampaikan Dalam Simposium Internasional Pernaskahan Nusantara IX. Bau-Bau.
Sudardi, Bani. 2001. Dasar-Dasar Teori Filologi. Surakarta: Badan Penerbit Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Sebelas Maret.
Sudardi, Bani. 2002. “Konsep Pengobatan Tradisional Menurut Primbon Jawaâ€. Jurnal HUMANIORA Vulume XIV No. 1.
Sudjiman, Panuti. 1995. Filologi Melayu. Jakarta: PT Dunia Pustaka Jaya.
Sukandar, Elin Yulinah. T.t. “Tren Dan Paradigma Dunia Farmasi: Industri-Klinik-Teknologi Kesehatanâ€. Makalah. Disampaikan dalam orasi ilmiah Dies Natalis ITB. dalam https://itb.ac.id/ focus/focus _file/orasi-ilmiah-dies-45.pdf. diakses 06 Januari 2012. hlm. 6.
Suryani, Elis. 2011. “Rahasia Pengobatan yang Tersirat dalam Naskah Mantraâ€. Jurnal Jumantara. Vol 2 No. 2.
Tim Penyusun Kamus. 2003. Kamus Bahasa Melayu Nusantara: Brunei Darussalam:
TIM. 1989. Ensiklopedi Nasional Indonesia. Jakarta.
Usman, Fajri. 2002. “Metafora dalam Mantra Minangkabau†(Tesis). Program Pascasarjana. Denpasar: Universitas Udayana
Zuriati. dkk. 2008. “The Digitisation of Minangkabau’s Manuscript Collections in Suraus†(Laporan Penelitian). Programme Endangered. London: British Library.
Published
Issue
Section
License
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
- Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang secara simultan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution License yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
- Penulis dapat membuat perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Effect of Open Access).