Menelusuri Manusia Super dari Kesusastraan Tradisional
DOI:
https://doi.org/10.25077/we.v3.i2.37Keywords:
kaba, superhero, traditional literature.Abstract
This research describe about the superhero people there are in the traditional literature. In Minangkabau traditional literature such as kaba, there are Cindua Mato, Anggun Nan Tongga, and Rambun Pamenan. But they are not familiar, especially for the young generation. This is happen because there no other type from kaba which is easy to understand by the young generation.
References
Bunanta, Murti. Problematika Penulisan Cerita Rakyat untuk Anak di Indonesia.
Djamaris, Edwar. 2002. Pengantar Sastra Rakyat Minangkabau. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Endah, Sy.St.Rajo. 1987. Cindua Mato. Bukittinggi: Penerbit Pustaka Indonesia
Junus, Umar. 1984. Kaba dan Sistem Sosial Minangkabau; Suatu Problema Sosiologi Sastra. Jakarta: PN Balai Pustaka.
Mahkota, Ambas. 2011. Kaba Anggun Nan Tongga. Bukittinggi: Kristal Multimedia
Mangkudun, Sutan dan Ilyas Sutan Pangaduan. 2011. Kaba Rambun Pamenan. Bukittinggi: Kristal Multimedia.
Meigalia, Eka., dkk. 2011. “Dari Kaba Klasik Minangkabau Menjadi Bacaan Anakâ€, Laporan Penelitian Dosen Muda Universitas Andalas. Padang: FS UNAND.
Sarumpaet, Riris K. 1976. Bacaan Anak; Suatu Penyelidikan Pendahuluan ke Dalam Hakekat, Sifat, dan Corak Bacaan Anak-Anak serta Minat Anak pada Bacaannya. Jakarta: Pustaka Jaya.
---------------------------. 2010. Pedoman Penelitian Sastra Anak. Jakarta: Yayasan Obor.
Sudjiman, Panuti. 1991. Memahami Cerita Rekaan. Jakarta : Pustaka Jaya.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
- Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang secara simultan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution License yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
- Penulis dapat membuat perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Effect of Open Access).