BUDAYA BANYUMASAN TAK SEKADAR DIALEK (REPRESENTASI BUDAYA BANYUMAS DALAM PROSA KARYA AHMAD TOHARI)
DOI:
https://doi.org/10.25077/we.v4.i1.44Abstract
Pelestarian budaya Banyumasan kembali bergaung di jagat penginyongan. Beberapa diskusi dan lokakarya tak urung membicarakan hal itu. Semakin memudarnya penggunaan dialek ngapak-ngapak (sebagai subsistem budaya) di kalangan generasi muda menjadi perbincangan hangat beberapa budayawan Banyumas. Â Padahal, bahasa Banyumasan merupakan aset budaya yang sangat penting. Istiyani (2004:6) menyatakan bahwa pandangan dunia adalah perefleksian pengalaman, pengetahuan, dan pemahaman dalam bentuk bahasa yang merupakan hasil penerimaan rangsangan dari alam sekitar melalui pancaindranya. Pandangan dunia komunitas bahasa dapat ditentukan dengan memeriksa sejumlah kosakata (Suhandano, 2004 dalam Syarifuddin, 2008:41). Berdasar pada teori tersebut dapat dikatakan bahwa Bahasa Banyumas sebagai sistem lingusitik sudah tentu memiliki pola khas yang akan merujuk pada pola dasar metalitas (basic assumption) masyarakat Banyumas.
References
https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Jawa_Banyumasan diakses pada 23 Juli 2013 pukul 09.02 wib.
Istiyani, Chatarina Pancer. 2004. Tubuh & Bahasa: Aspek-Aspek Linguistik
Pengungkapan Pandangan Masyarakat Lewolema terhadap Kesehatan.
Yogyakarta: Galang Press
Koderi, M. 1991. Banyumas Wisata dan Budaya. Purwokerto. CV Metro Jaya.
Syarifuddin. 2008. “Mantra Nelayan Bajo:Cermin Pikiran Kolektif Orang Bajo di Sumbawa†. Disertasi. Yogyakarta: Fakultas Ilmu Budaya UGM
Tohari, Ahmad. 1989. Senyum Karyamin (Kumpulan Cerpen). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
____________. 2001. Di Kaki Bukit Cibalak. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
________. 2001. Belantik. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
________. 2007. Kamus Dialek Banyumas-Indonesia Edisi Baru. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
- Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang secara simultan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution License yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
- Penulis dapat membuat perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Effect of Open Access).