SISTEM FORMULA DAN FUNGSI DALAM SASTRA LISAN RONGGENG PASAMAN
DOI:
https://doi.org/10.25077/we.v1.i1.6Keywords:
formula, fungsi, sastra lisan, ronggeng PasamanAbstract
Oral literature that has the values of local wisdom, but less desirable, especially on the younger generation. Oral literature is a cultural asset that has been abandoned by their owners. This is one of them caused by the impact of globalization that hit the Indonesian nation, so many lost literature that only a name. Along with the automatic player oral literature has a reduced or even lost. Therefore, it is necessary revitalization of the oral literature one formulaic system and the function of an oral literature to overcome the scarcity of players a show oral literature in society.
The system is the use of iteration formula is implemented in a show. Formula made by players in conveying the text often is by repeating words, phrases, clauses, or array. Likewise, the frequency of carrying out automatic performance function of a show done and will anticipate the scarcity of players on an oral literary performances.
References
Ahimsa-Putra, H.S, 1999. “Dari Antropologi Budaya ke Sastra dan Sebaliknya†dalam Sastra Interdisipliner Menyandingkan Sastra dan Disiplin Ilmu Sosial .Jakarta. Qalam
Anwar, Khaidir. 1995. Beberapa Aspek Sosio-Kultural Masalah Bahasa. Yogyakarta: Gajah Mada University Press
Amir, Adriyetti. 1990. Sastra Lisan Minangkabau I. Padang: Universitas Andalas.
_______ dkk. 2006. Pemetaan Sastra Lisan Minangkabau. Padang: Andalas Univesity Press
Bauman, Richard. 1989. Story, Performance, and Event. Cambridge: Cambridge University Press.
Danandjaja, James. 1980. Folklore Indonesia: Ilmu Gosip, Dongeng, dan lain- lain. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti
Djamaris, Edwar. 1993. Menggali Khazanah Sastra Melayu Klasik. Jakarta: Balai Pustaka.
________ 2002. Pengantar Sastra Rakyat Minangkabau. Jakarta: Yayasan Obor.
Esten, Mursal. 1999. Desetralisasi Kebudayaan. Bandung: Angkasa.
Finnegan, Ruth. 1992. Oral Traditions and the Verbal Arts. London: Routledge.
Gayatri, Satya. 2009. Laporan Penelitian Hibah Kompetitif Sesuai Proritas Nasional Tahun 2009â€. Lembaga Penelitian Unversitas Andalas
Hutomo, Suripan Sadi. 1991. Mutiara yang Terlupakan Pengantar Studi Sastra Lisan. Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia. Jawa Timur.
_____ 1993. Cerita Kentrung Sarahwulan di Tuban. Jakarta: Pembinaan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
https://berita.liputan6.com/progsus/201008/291975/Ronggeng.sebuah.Tari.Pergaul an. Diakses tgl 10 Nov 2010
Ihromi, T.O. 1980. Pokok-Pokok Antropologi Budaya. Jakarta: Gramedia.
Kusumah, S. Dloyana. 1982. Ronggeng Gungung sebuah Kesenian Rakyat di Kabupaten Ciamis Jawa Barat. Jakarta: Direktorat Jenderal Kebudayaan Departemane Pendidikan dan Kebudayaan.
Lord, Albert B. 1981. The Singer of Tales. Cambridge, Mass: Harvard University Press.
Navis, A,A. 1984. Alam Terkembang Jadi Guru Adat dan Kebudayaan Minangkabau. Jakarta: Grafiti Pers.
Phillips, Nigel. 1981. Sijobang, Sung Narrative Poetry of West Sumatra. London: Crambridge University Press.
Rosidi, Ajip. 1995. Sastra dan Budaya Kedaerahan dalam Keindonesiaan. Jakarta: Pustaka Jaya.
Propp, Vladimir. 1987. Marfologi Cerita Rakyat (Terjemahan Noriah Taslim. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka Kementerian Pendidikan Malaysia.
Pudentia, MPSS. 1998. Metodologi Kajian Tradisi Lisan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia dan Asosiasi Tradisi Lisan.
Suryadi. 1993. Dendang Pauah Cerita Orang Lubuk Sikaping. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Sweeney, Amin. 1980. Authors and Audiences in Traditional Malay Literature. Berkeley: University of Colifornia Press.
________ 1987. A Full Hearing: Orality and Literacy in the Malay World. Berkeley: University of Colifornis Press.
Teeuw. A. 1984. Sastra dan Ilmu Sastra. Jakarta: Pustaka Jay
______ 1988. Indonesia Antara Kelisanan dan Keberaksaraan. Jurnal Basis. November. XXXVII- 11.
Zuriati, 2006. Bataram Sutan Pangaduan dari Pesisir Minangkabau. Padang: Andalas University Press
Downloads
Published
Issue
Section
License
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
- Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang secara simultan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution License yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
- Penulis dapat membuat perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Effect of Open Access).