KOSA KATA BAHASA MINANGKABAU OLEH PENUTUR TUA DAN PENUTUR MUDA
DOI:
https://doi.org/10.25077/we.v6.i2.73Keywords:
perubahan, kosa kata, penutur tua, penutur mudaAbstract
This article describes words that have changed the Minangkabau language vocabulary by Old Speakers and Young Speakers in Kanagarian Gunuang Rajo and the causes of these changes.
The method used consists of three stages, the provision of data, the data analysis stage, and the stage of presenting the results of data analysis. The methods and techniques used in the data provision stage are competent methods and referring methods. In the skillful method used proficient techniques, fishing techniques, note-taking techniques, and recording techniques, while the listening method was used tapping technique, then continued with several techniques, namely SLC technique and SBLC technique. In data analysis used referential and translational matching methods with basic techniques, namely PUP techniques. The follow-up technique is the HBB technique.
The results of data analysis and classification found two forms of changes in vocabulary usage in Kanagarian Gunuang Rajo, namely 1) Words that are lost or not used anymore caused by internal and external factors. Internal factors, namely: homonymic conflict. External factors, namely: social aspects, age, education and foreign languages, 2) The emergence of new vocabulary found only in the form of new words formed from outside Kanagarian Gunuang Rajo.
Keywords: Change, vocabulary, factors, old speakers, speakers
References
Chaer, A. (2003). Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta.
Chaer, A. (2010). Sosiolinguistik Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta.
Khasanah, I., Laksmita, D., Tilman, R. D. C., & Rizky, R. (2015). Fenomena Penggunaan Bahsa Asing dalam Penamaan Bisnis Kuliner di Kawasan Soekarno Hatta Kota Malang. Jurnal Lingkar Widyaiswara, 2(1), 1–11. Retrieved from https://juliwi.com/published/E0201/Paper0201_01-11.pdf
Kridalaksana, H. (2008). Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia.
Sartini, N. W. (2014). Revitalisasi bahasa Indonesia dalam konteks kebahasaan. Masyarakat, Kebudayaan Dan Politik, 27(4), 206–210. https://doi.org/10.20473/MKP.V27I42014.206-210
Sobarna, C. (2007). BAHASA SUNDA SUDAH DI AMBANG PINTU KEMATIANKAH ? Makara, Sosial Humaniora, 11(1), 13–17.
Suyitno, I. (2008). KOSAKATA LAGU DAERAH BANYUWANGI : KAJIAN ETNOLINGUISTIK ETNIK USING. Humaniora, 20(2).
Tampubolon, D. P. (1999). Gejala-gejala Kematian Bahasa: Suatu Observasi Ragam Politik Orde Baru. In S. Dardjowidjojo & Y. Nasanius (Eds.), PELLBA 12. Jakarta: Kanisius.
Usman, A. H. (1979). Pengantar Ilmu Kosa Kata (Leksikologi). Padang: FPBS-IKIP.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
- Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang secara simultan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution License yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
- Penulis dapat membuat perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Effect of Open Access).