Gajah Mada dalam Kaba Bujang Jauh: Struktur dan Relasi-Relasi Tokoh A la Lévi-Strauss
DOI:
https://doi.org/10.25077/we.v1.i1.8Keywords:
relasi, struktur, kaba, Minangkabau, Bujang JauhAbstract
Sutan Nadal as the main character of this tale became the Prime Minister of Majapahit kingdom in Java. He was known as Gajah Mada. This is interesting to be studied since the origin of Gajah Mada has not been known yet. This Minangkabau classical tale, in Lévi-Strauss structuralism context, should not been put in controversy based on the history and reality. The story, which is believed by certain society and regarded as a true story, could be regarded as a tale by other societies.
The sintagmatic relation—relation of characters with others in the story—shows paradigmatic relation—relation of the various characters in the same level. The analysis of the story also found two bundles of relations. They are a bundle of aristocracy relation and a bundle of government relation between Minangkabau and Majapahit kingdom. The analysis of the relation of the characters and bundles of relations reveal the surface structure which shows relations among elements that could be built based on the external characters or empirical characters of the relation, such as family stucture of each characters.
The ‘Bujang Jauh’ tale contain the culture of Minangkabau culture which has been extinct. Based on the tale, it is known that a certain society has a whole social system in which all the members have the same tradition and language. Culture is not so simple which is happen instantly. Each society has different culture.
References
Ahimsa-Putra, H.S. 2001. Strukturalisme Lévi-Strauss, Mitos dan Karya Sastra. Yogyakarta: Galang Press.
Danandjaya, J. 1997. Folklor Indonesia, Ilmu Gosip, Dongeng, dan Lain- lain. Jakarta: Pustaka Utama Graffiti.
Djamaris, Edward. 2002. Pengantar Sastra Rakyat Minangkabau. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Johnson, Doyle P. 1994. Teori Sosiologi Klasik dan Modern Jilid 1. Jakarta: PT Gramedia.
Kaplan, David dan Albert A. Manners. 1999. Teori Budaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Keesing, Roger M. 1989. Antropologi Budaya, Suatu Perspektif Kontemporer Jilid 1. Jakarta; Erlangga.
Kridalaksana, Harimurti. 2005. Mongin- Ferdinand de Saussure(1857-1913)—Peletak Dasar Strukturalisme dan Linguistik Modern. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Navis, A.A. 1984. Alam Terkembang Jadi Guru, Adat dan Kebudayaan Minangkabau. Jakarta: PT Gramedia.
Selasih. 1990. Kaba Bujang Jauh. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Lévi-Strauss, C. 1963. Structural Anthropology. New York: Basic Books.
Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. 2001. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Yamin, Muh. 1977. Gajah Mada. Jakarta: Balai Pustaka.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
- Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang secara simultan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution License yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
- Penulis dapat membuat perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Effect of Open Access).