Leksikon Aktivitas Pengolahan Gambir di Kabupaten Lima Puluh Kota
DOI:
https://doi.org/10.25077/we.v7.i2.80Keywords:
leksikon, antropolinguistik, gambir, Lima Puluh Kota.Abstract
This article describes the classification and the meaning of the lexicon that exists in gambir processing activities in Lima Puluh Kota District. The theoretical framework used is anthropolinguistics. Methods and techniques for providing data use the SLC method, note-taking technique, and record technique. Methods and data analysis techniques using PUP techniques and HBB techniques.
Based on the results of the analysis found lexicon forms of words and phrases. The number of lexicon data found was 72 words and 15 phrases. Also, 34 lexicon data were subjected to morphological processes. As for the grouping of gambier processing activities in Lima Puluh Kota Regency, namely naming parts of fields, opening fields, nurseries, clearing fields, picking gambier leaves, and gambier processing terms.
References
Adi, A. H. B. (2011). Pengembangan agroindustri Gambir di kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Retrieved from https://www.semanticscholar.org/paper/Pengembangan-agroindustri-Gambir-di-kabupaten-Lima-Adi/360e200a7de983533f50511fbdc1c38c08da8647
Aditya, M., & Ariyanti, P. R. (2016). Manfaat Gambir (Uncaria gambir Roxb) sebagai Antioksidan. Medical Journal of Lampung University, 5(3), 129–133. Retrieved from https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/majority/article/view/1049
Ayub, A. (1993). Tata Bahasa Minangkabau. Jakarta: Pusat pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Bawa, & Cika, I. W. (Eds.). (2004). Bahasa dalam Perspektif Kebudayaan. Denpasar: Universitas Udayana.
Burhanuddin, E. (2009). Kamus Bahasa Minangkabau-Indonesia. Padang: Balai Bahasa Padang.
Chaer, A. (2003). Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta.
Chaer, A. (2007). Leksikologi dan Leksikografi Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.
Dhalimi, A. (2015). Permasalahan Gambir (Uncaria gambir L.) di Sumatera Barat dan Alternatif Pemecahannya. Perspektif, 5(1), 46–59. https://doi.org/10.21082/p.v5n1.2006.%p
Fauza, H. (2011). Pengembangan Usaha Perkebunan dan Industri Gambir di Sumatera Barat: Peluang dan Tantanga. In Reformasi Pertanian Terintegrasi Menuju Kedaulatan Pangan. Madura: Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo. Retrieved from https://pertanian.trunojoyo.ac.id/semnas/wp-content/uploads/PENGEMBAGAN-USAHA-PERKEBUNAN-DAN-INDUSTRI-GAMBIR-DI-SUMATERA-BARAT-PELUANG-DAN-TANTANGAN.pdf
Kanisius, P. (2014). Bangga, Budaya Menyirih Pinang Pada Masyarakat Indonesia Masih Lestari Hingga Kini.
Kasim, A., Nurdin, H., & Mutiar, S. (2012). Aplikasi Gambir Sebagai Bahan Penyamak Kulit Melalui Penerapan Penyamakan Kombinasi. Jurnal Litbang Industri, 2(2), 55. https://doi.org/10.24960/jli.v2i2.600.55-62
Kridalaksana, H. (2008). Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia.
Lindawati. (2006). Alam dalam Persepsi Masyarakat Minangkabau. Padang: Andalas University Press.
Novia, D., Juliyarsi, N., & Putra, A. A. (n.d.). PENGAWETAN TELUR DENGAN MENGGUNAKAN AIR SISA PENIRISAN GETAH GAMBIR DI PETERNAKAN AGUNG ABADI KEC. HARAU KAB. 50 KOTA. Retrieved from https://repository.unand.ac.id/2774/1/DENI_NOVA.pdf
Pateda, M. (2001). Semantik Leksikal. Jakarta: Rineka Cipta.
Ramlan. (1987). Morfologi Suatu Tinjauan Deskriptif. Yogyakarta: CV. Karyona.
Sofyan, & Failisnur. (2016). Gambir (Uncaria gambir Roxb) Sebagai Pewarna Alam Kain Batik Sutera, Katun, dan Rayon. Jurnal Litbang Industri, 6(2), 89. https://doi.org/10.24960/jli.v6i2.1721.89-98
Usman, A. K. (2002). Kamus Umum Bahasa Minangkabau-Indonesia. Padang: Anggrek Media.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
- Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang secara simultan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution License yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
- Penulis dapat membuat perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Effect of Open Access).