PELANGGARAN HUKUM ADAT MINANGKABAU DALAM KABA ANGKU KAPALO SITALANG
DOI:
https://doi.org/10.25077/we.v1.i2.10Keywords:
hukum adat, Minangkabau, kabaAbstract
This thesis is a result of research on Kaba Angku Kapalo Sitalang by applying  sociology of literature. In Kaba Angku Kapalo Sitalang, there is a violation of Minangkabau custom law done by the people. The analysis focuses on the violation of Minangkabau custom law by emphasizing Undang Undang Nan Dua Puluh (The twenty rules). In this research, the writer explains the structural analysis by describing theme, characterization, background and plot. Furthermore, Sociology of literature is a branch of literary criticism in its reflective features. This research views literature as mirror of society. Thus, Literature can be a direct reflection of various violation of custom law in society. The writer uses qualitative method in doing this research. Based on this research, it can be concluded that the problem about crimes or any actions against the law of custom in Kaba Angku Kapalo Sitalang covers five criminal actions; samun saka (an action or behavior by disturbing social relation of others), kicuah kicang (deceiving), sumbang salah (the faults behavior), sia baka (making disorder in society such as creating social conflict), and tikam bunuh (murder). The social effect of the violation custom law in Kaba Angku Kapalo Sitalang; first, moral values and norms in society are fading, second, there is a social imbalance in society, and the third, the criminality is rising. In the end, the aim at living a safe, peaceful and prosperous society cannot be achieved.
References
Atmasasmita, Romli. 1983. Capita Selecta Kriminologi. Bandung: CV. Armico.
Bawengan, G.W. 1977. Pengantar Psychologi Kriminil. Jakarta: Pradnya Paramita.
Bosu, B. 1982. Sendi-sendi Kriminologi. Surabaya: Usaha Nasional.
Damono, Sapardi Djoko. 1984. Sosiologi Sastra Sebuah Pengantar Ringkas. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Depertemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Dirajo, Ibrahim Dt. Sangguno 2003. Curaian Adat Minangkabau. Bukittinggi: Kristal Multimedia.
Endaswara, Suwardi. 2003. Metodelogi Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Widyatama.
Esten, Mursal. 1988. Kritik Sastra Indonesia. Padang: Angkasa Raya.
Fananic, Zainuddin. 2000. Telaah Sastra. Surakarta: Muhamadiyah University Press.
Junus, Umar. 1984. Kaba dan Sistem Sosial Minangkabau Suatu Problema Sosiologi Sastra. Jakarta: Balai Pustaka.
Koentjaraningrat. 1985. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Radar Jaya Offset.
Moleong, Lexy J. 2002. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosda Karya Offser.
M.S, Amir. 2003. Adat Minangkabau Pola dan Tujuan hidup Orang Minang. Jakarta: PT Mutiara Sumber Widya.
Navis. A.A. 1984. Alam Terkembang Jadi Guru. Jakarta: PT.Grafity Pers.
Nurgiyantoro, Burhan. 1995. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gajah Mada.
Rosa, Silvia. Tanpa tahun. “Ikhtisar Bahan Ajar Mata Kuliah Pengantar Kesusastraan Minangkabauâ€. Universitas Andalas. Padang.
Soesilo, R. 1976. Kriminologi Pengetahuan Tentang Sebab-sebab Kejahatan. Bogor: Peliteia.
St. Sinaro, Darwis dan Caniago, Dt Basa. 2006. Kaba Angku Kapalo Sitalang. Bukittinggi: Kristal Multimedia.
Sudjiman, Panuti. 1992. Memahami Cerita Rekaan. Jakarta: Pustaka Jaya.
Toeah, H. Datoek. 1989. Tambo Alam Minangkabau. Bukittinggi: CV. Pustaka Indonesia.
Udin, Syamsudin. 1987. Struktur Kaba Minangkabau. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.
Utrecht, E. 1960. Pengantar Dalam Hukum Indonesia. Jakarta: Ichtiar.
Pradopo, Rachmat Djoko. 2001. Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta: Hanindita Graha Widya.
Wellek, Rene dan Austin Warren. 1990. Teori Kesusastraan. Jakarta: Gramedia.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
- Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang secara simultan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution License yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
- Penulis dapat membuat perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Effect of Open Access).