MAKNA LEKSIKAL PERMAINAN RAKYAT MELAYU SAMBAS: PENDEKATAN ETNOLINGUISTIK
DOI:
https://doi.org/10.25077/we.v2.i2.41Keywords:
permainan rakyat, etnolinguistik, komputerisasiAbstract
This study focuses on the observation of cultural
object, that is folk games. The referred folk games are traditional games played by the local people. Acquisition of data conducted in the 19 subistrict of Sambas, West Kalimantan.
Researcher uses qualitative research method, specifically by translating the vocabulary data of Malay folk games in the District of Sambas. This study also uses ethnolinguistic approach that views the relationship between language and cultural elements within Malay community in Sambas. Analysis conducted by researcher towards the collected data is the type of meaning analysis based on the classification of tools, techniques, player name, and the name of the folk game.
By virtue of research, researcher accumulated 173 words as research data. All of data comprise of 30 kind of folk games with classification, that is 51 words as tools, 44 words as techniques, 4 words as player name, and 30 words as the name of the folk games classification.
References
Samarin, William J. 1988. Ilmu Bahasa Lapangan. Yogyakarta: Kanisius.
Palmer, Gary B. 1996. Toward a Theory of Cultural Linguistics. Texas: University of Texas Press.
Sibarani, Robert. 2004. Antropolinguistik. Medan: Penerbit PODA.
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta Bandung.
Jauhari, Heri. 2007. “Pedoman Penulisan Karya Ilmiahâ€. Bandung: Pustaka Setia.
Chaer, Abdul. 2007. Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta.
Pateda, Mansoer. 1996. Semantik Leksikal. Jakarta: Rineka Cipta.
Yunus, Ahmad. 1980. Permainan Rakyat Daerah Kalimantan Barat. Pontianak.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
- Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang secara simultan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution License yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
- Penulis dapat membuat perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Effect of Open Access).