PEMAHAMAN KOSAKATA NAMA BENDA BAHASA MELAYU SUKADANA PADA SISWA SMA DI KECAMATAN SUKADANA

Penulis

  • Firdaus Zar’in Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Pontianak
  • Mellisa Jupitasari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura

DOI:

https://doi.org/10.25077/we.v9.i2.141

Kata Kunci:

Kosakata nama benda, Melayu Sukadana, Siswa SMA

Abstrak

Penelitian ini bertujuan menginventarisasikan kosakata nama benda bahasa Melayu Sukadana, mendeskripsikan pemahaman siswa terhadap kosakata nama benda bahasa Melayu Sukadana berdasarkan gender, dan mendeskripsikan pemahaman siswa terhadap kosakata nama benda bahasa Melayu Sukadana berdasarkan siswa berbahasa ibu bahasa Melayu Sukadana dan bukan berbahasa ibu bahasa Melayu Sukadana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif yang ditunjang dengan metode kuantitatif. Sumber data penelitian ini adalah 10% populasi siswa SMA Negeri 1 Sukadana, yaitu 52 siswa. Hasil penelitian ini menghimpun 150 kosakata kata benda yang terdiri atas 23 kata hewan, 25 kata tumbuhan, 21 kata makanan, 25 kata mainan/permainan, 39 kata alat rumah tangga, dan 17 kata penyakit yang diteskan kepada 52 siswa SMA Negeri 1 Sukadana. Berdasarkan hasil tes mengenai pemahaman siswa terhadap kosakata kata benda, seluruh siswa dari total sampel tersebut hanya memahami 69% kosakata nama benda bahasa Melayu Sukadana. Berdasarkan klasifikasi gender, siswa laki-laki memiliki pemahaman 71 % dan siswa perempuan 68 %. Selanjutnya, siswa berbahasa ibu bahasa Melayu Sukadana memiliki pemahaman 72% terhadap kosakata tersebut, sedangkan siswa yang bukan berbahasa ibu bahasa Melayu memiliki pemahaman sekitar 63%.

Referensi

Alwi, Hasan dkk. 2010. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Budiwiyanto, Adi. “Pendokumentasian Bahasa dalam Upaya Revitalisasi Bahasa Daerah yang Terancam Punah di Indonesiaâ€. https://badanbahasa.kemdikbud.go.id/lamanbahasa/artikel/1823/pendokumentasian-bahasa-dalam-upaya-revitalisasi-bahasa-daerah-yang-terancam-punah-di-i. Artikel Badan Bahasa. Diakses 7 Juli 2019.

Chaer, Abdul dan Leonie Agustina. 2010. Sosiolinguistik Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka

Cipta.

Hidayat, Muhammad Ridho. 2009. (Online). “Pencarian dan Pemaknaan Metodologi†https://lontar.ui.ac.id/file?file=digital/127127-RB13M423p Pencarian%20dan%20pemaknaan-Metodologi.pdf. Jurnal Ilmiah. Diunduh 5 Maret 2014.

Jawak, Teresia M. 2014. Pemertahanan Bahasa Pakpak di Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi, Provinsi Sumatera Utara. Skripsi Universitas Sumatera Utara.

Kesuma, Deli. 2014. Keterancaman Leksikon Ekoagraris dalam Bahasa Angkola/Mandailing: Kajian Ekolinguistik. Tesis Universitas Sumatera Utara.

Kridalaksana, Harimurti. 2008. Kamus Linguistik. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Nilamsari, Natalina. 2014. “Memahami Studi Dokumen Dalam Penelitian Kualitatifâ€. Journal.moestopo.ac.id/index.php/wacana/article/download/143/pdf.

Jurnal Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Prof. Dr. Moestopo. Diakses 7 Juli 2019.

Panggabean, Juli Indah. 2017. Pemertahanan Leksikon Kelautan dalam Bahasa Pesisir Sibolga Desa Pondok Batu Kecamatan Sarudik Ekolinguistik. Skripsi Universitas Sumatera Utara.

Susilana, Rudi. 2007. Modul Penelitian Kualitatif. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

Tondo, Fanny Henry. 2009. “Kepunahan Bahasa-Bahasa Daerah: Faktor Penyebab Dan Implikasi Etnolinguistis†Jmb.Lipi.Go.Id/Index.Php/Jmb/Article/Download/245/223. Jurnal Lipi. Diakses 7 Juli 2019.

Wahidmurni, 2017. “Pemaparan Metode Penelitian Kuantitatifâ€. https://repository.uin-malang.ac.id/1985/2/1985.pdf. Jurnal Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Diakses 2 Oktober 2019.

Widianto, Eko. 2018. “Pemertahanan Bahasa Daerah Melalui Pembelajaran dan Kegiatan Di Sekolahâ€. Jurnal Universitas Muria Kudus. Diakses 7 Juli 2019.

Unduhan

Diterbitkan

2020-10-10