LETUSAN KRAKATAU 1883 DAN KORBAN-KORBANNYA DI DESA NELAYAN KARANGANTU BANTEN: SUATU KESAKSIAN ONG LENG YAUW
DOI:
https://doi.org/10.25077/we.v4.i1.46Kata Kunci:
Letusan Krakatau 1883, Karangantu, Ong Leng YauwAbstrak
This article is based on Ong Leng Yauw’s testimony about Krakatoa eruption in 1883 and the victims in the Karangantu village Banten. Yauw Leng Ong is a Chinese, born and raised in Karangantu Beach Banten. He was 14 years old when the Krakatoa eruption occurred on August 27, 1883. From his testimony, the 1883 eruption of Krakatoa caused a tsunami that devastated Karangantu village Banten. Humans and animals corpses strewn among the rubble that blanketed the Krakatoa volcanic ash. There were only four survivors, Yauw Leng Ong, Ong Seng Boen, and two sisters Roti Nio and Biskoeit Nio.
Referensi
Blink, DR. H. 1905. Nederlandsch Oost-en West-Indie: geographisch, ethnographisch en economisch beschreven (Leiden: E. J. Brill).
Ong Leng Yauw dalam Kwee Tek Hoaij, 1937. “Apa jang saja denger tentang kamandjoerannja klenteng Kwan Im di Bantamâ€, Sam Kauw Gwat Po No. 30, Taon ka 4 [Maret 1937].
Pararas-Carayannis, George. 2003. “Near and far-field effects of tsunamis generated by the paroxysmal eruptions, explosions, caldera collapses and massive slope failures of the Krakatau volcano in Indonesia on August 26-27, 1883â€, The International Journal of The Tsunami Society, vol. 21, no. 4, hlm. 191-221.
Reitsma, S. A. 1915. “Eenige bladzijden Indische spoorwegpolitiek (de Bantamlijnen van den staat)â€, Indische Tijdschrift voor spoor en tramwegwezen, No. 6, Jrg III [Juni 1915].
Sandick, R. A. 1890. In het Rijk van Vulcaan. De uitbarsting van Krakatau en hare gevolgen (Zutphen: W. J. Thieme & Cie).
Suryadi, 2009. Syair Lampung Karam: Sebuah Dokumentasi Pribumi Tentang Dahsyatnya Letusan Krakatau 1883 (Padang: Komunitas Penggiat Sastra Padang).
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
- Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang secara simultan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution License yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
- Penulis dapat membuat perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Effect of Open Access).